KISAR UTARA – Pemerintah Kecamatan Kisar Utara melalui Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) melaksanakan kegiatan pemantauan harga barang dan kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Kisar Utara. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap stabilitas harga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pemantauan harga tersebut dilaksanakan pada bulan Januari 2026, bertepatan dengan peralihan musim timur ke musim barat yang berlangsung pada periode Januari hingga Maret. Peralihan musim ini diketahui memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas distribusi barang ke wilayah Pulau Kisar lebih khusus Kecamatan Kisar Utara.

Kegiatan pemantauan harga ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung perkembangan harga barang dan kebutuhan pokok di tingkat pengusaha dan pedagang. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kenaikan harga di pasaran.
Pemantauan dilakukan oleh Seksi Ekbang Kantor Camat Kisar Utara sebagai bagian dari tugas dan fungsi dalam bidang ekonomi dan pembangunan. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di lapangan dengan melakukan pengecekan harga serta dialog bersama para pengusaha.
Lokasi pemantauan harga meliputi beberapa wilayah strategis, yaitu Desa Lebelau, Desa Persiapan Putihair Barat, dan Desa Persiapan Putihair Timur. Ketiga lokasi tersebut merupakan wilayah yang memiliki aktivitas perdagangan cukup aktif dan menjadi pusat distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat.
"Kepala Seksi Ekbang Kantor Camat Kisar Utara, Martha Usmany, SE, menjelaskan bahwa pemantauan ini sangat penting untuk memperoleh data harga yang akurat dan terkini. Data tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan laporan kepada pimpinan serta instansi terkait".
Menurut Usmany, peralihan musim dari musim timur ke musim barat sering kali disertai dengan kondisi cuaca ekstrem. Kondisi tersebut ditandai dengan angin kencang dan gelombang laut yang sangat tinggi di perairan sekitar Kisar Utara.
Cuaca ekstrem tersebut berdampak langsung pada aktivitas pelayaran dan distribusi barang dari luar daerah. Akibatnya, kapal pengangkut barang tidak dapat bersandar di pelabuhan utama sebagaimana biasanya.
Dalam kondisi tersebut, kegiatan bongkar muat barang terpaksa dialihkan ke pelabuhan alternatif (Pantai Jawalang). Pengalihan ini menyebabkan bertambahnya jarak tempuh dan biaya operasional dalam proses distribusi barang.
Peningkatan biaya distribusi tersebut kemudian berdampak pada kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok yang dijual oleh para pengusaha. Hal ini dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai konsumen akhir.
Lebih lanjut Usmany menjelaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini masih dapat dipahami karena dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi. Namun demikian, Pemerintah Kecamatan tetap perlu melakukan pemantauan agar kenaikan harga tidak terjadi secara berlebihan.
Selain memantau harga, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana koordinasi antara Pemerintah Kecamatan dan para pengusaha. Koordinasi ini dilakukan untuk membangun pemahaman bersama terkait kondisi yang sedang terjadi.
Dalam koordinasi tersebut, Kepala Seksi Ekbang mengimbau para pengusaha agar tetap memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat. Pengusaha diharapkan tidak menaikkan harga di luar batas kewajaran yang dapat memberatkan masyarakat.
Usmany menegaskan bahwa kenaikan harga barang bersifat sementara dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk menyesuaikan harga ketika kondisi kembali normal.
Pemerintah Kecamatan Kisar Utara menekankan bahwa ketika peralihan musim kembali dari musim barat ke musim timur, maka aktivitas pelayaran diharapkan dapat kembali berjalan normal. Dengan normalnya pelayaran, distribusi barang juga akan kembali lancar.
Selain itu, ketika kegiatan bongkar muat sudah kembali berlangsung di Pelabuhan Pantai Nama, biaya distribusi dipastikan akan menurun. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi pengusaha untuk mempertahankan harga tinggi.
Dalam hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Kisar Utara meminta agar harga barang dan kebutuhan pokok diturunkan kembali atau kembali normal. Hal ini dilakukan demi menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan pemantauan harga ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kecamatan Kisar Utara dalam menjaga stabilitas ekonomi wilayah. Pemerintah berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan barang kebutuhan pokok.
Pemerintah Kecamatan juga akan terus melakukan pemantauan secara berkala sesuai dengan kondisi yang berkembang. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar pengambilan kebijakan di tingkat kecamatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara pemerintah dan para pengusaha. Kerja sama tersebut menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga di tengah tantangan kondisi alam.
Pemerintah Kecamatan Kisar Utara berharap seluruh pihak dapat mendukung upaya ini demi kepentingan bersama. Dengan sinergi yang baik, stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga. (Tounlapa)


